Showing posts with label Informasi Kucing. Show all posts
Showing posts with label Informasi Kucing. Show all posts

Friday, March 10, 2017

Mengenal Kucing Raas, Jenis Kucing Ras Asli Indonesia

Tentang Kucing Raas - Kucing Raas, dikenal juga dengan nama Busok dan Kucing Madura, adalah ras kucing domestik endemik yang berasal dari Pulau Raas di Indonesia. Ras kucing ini merupakan ras kucing murni dan asli, tanpa tercampur gen dari ras kucing lainnya. Kucing ini termasuk kucing yang sangat langka dan memiliki variasi genetik yang tinggi.
Mengenal Kucing Raas, Jenis Kucing Ras Asli Indonesia
Kucing Raas
Sumber : Wikipedia

Informasi mengenai keberadaan kucing domestik ini telah menarik perhatian beberapa klub penyayang kucing di Indonesia. Klub kucing tersebut menginginkan agar kelestarian kucing Raas dapat tetap terjaga dan kucing ini dapat diakui di dunia perkucingan internasional. Kucing yang dipercayai berasal dari Indonesia ini sayangnya sulit diakui karena kepercayaan masyarakat setempat. Sampai saat ini Raas masih belum diakui dan belum memiliki standar ras.
Baca juga : Hal yang Menyebabkan Kucing Tidak Mau Makan
Perkembangan kucing ini hanya terjadi di Pulau Raas. Raas sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Penduduk setempat juga melarang ras kucing ini pergi keluar pulau. Biasanya hanya kucing Raas yang telah dikebiri saja yang boleh dibawa pergi keluar pulau. Hal ini dimaksudkan agar kucing Raas selalu terjaga kemurniannya. Kelahiran anak kucing dengan warna abu-abu selalu dinanti-nanti oleh penduduk setempat. Anak kucing tersebut nantinya akan diberikan kepada orang-orang tertentu sebagai hadiah, seperti para penyayang kucing.

Sejarah Kucing Raas
Raas adalah kucing yang awal mulanya tidak diketahui. Kemungkinan besar kucing ini terbentuk secara alami. Menurut Lasley Morgan dari Australia, Raas dengan warna biru diyakini berasal dari ras Korat, ras kucing yang berasal dari Thailand. Kucing ini juga diyakini berasal dari ras Asia, karena bentuk ekornya yang bengkok di bagian ujung.

Mitos Kucing Raas
Raas adalah kucing yang dipercayai memiliki indra keenam dan hanya dapat dipelihara oleh orang-orang tertentu saja, seperti kyai, pejabat, dan tokoh masyarakat. Mitos mengenai kucing ini adalah, Jika ras kucing ini dibawa pergi ke luar pulau menaiki perahu oleh orang yang belum menikah, maka perahu yang dinaikinya akan tenggelam. Selain mitos tersebut, orang-orang juga percaya bahwa jika kucing ini dibawa keluar pulau, maka akan orang yang membawanya akan mendapat kesialan.

Karakteristik Kucing Raas
Raas memiliki karakteristik fisik yang mirip seperti macan tutul dan kucing hutan. Raas adalah kucing yang berpenampilan anggun dan berukuran sedang dengan ukuran yang lebih besar daripada ukuran ras kucing biasanya. Wajah kucing ini berbentuk sedikit persegi dengan dagu yang sedikit lancip. Telinganya panjang dan runcing. Kucing ini memiliki panjang ekor yang sedang dengan bagian ujungnya yang bengkok. Raas memiliki warna mata hijau tua dengan bentuk oval dan matanya tidak terlalu lebar.
Baca juga : Perawatan Tepat Kucing yang Sedang Hamil
Raas memiliki bulu yang pendek serta halus dan juga lembut. Kucing ini memiliki pola warna solid (polos) dan dua warna dengan dua warna bulu, yaitu biru (abu-abu) dan cokelat. Warna cokelat pada Raas jarang muncul. Raas dengan warna biru memiliki warna abu-abu yang terdapat pada sebagian besar badannya, sementara bagian dada dan perut terdapat warna putih dengan batas yang tidak jelas.

Kepribadian Kucing Raas
Kucing Raas adalah kucing yang takut terhadap manusia, sehingga mereka adalah kucing yang sulit untuk beradaptasi.

Sumber : Wikipedia
Read more

Monday, February 20, 2017

Mengenal Kucing Balinese, Jenis Ras Kucing yang Mirip Kucing Siamese

Tentang Kucing Balinese - Kucing Balinese (dahulu bernama Long-haired Siamese) adalah salah satu ras kucing alami akibat mutasi genetik pada ras Siamese. Perbedaan antara ras Balinese dengan ras Siamese hanya dari bulunya saja, Balinese berbulu sedang, sedangkan Siamese berbulu pendek. Ras ini adalah ras kucing oriental, yaitu memiliki tubuh yang panjang dan langsing.
Mengenal Kucing Balinese, Jenis Ras Kucing yang Mirip Kucing Siamese
Kucing Balinese
Sumber gambar : Wikipedia

Sejarah Kucing Balinese
Pada sekitar tahun 1920-an, Siamese berbulu panjang (Balinese) dianggap sebagai kucing yang aneh dan dijual dengan harga seperti hewan peliharaan biasa. Tak ada satu pun usaha untuk melakukan program pembiakan terhadap ras kucing ini. Pada sekitar tahun 1950-an, barulah muncul usaha untuk mengembang biakan ras ini, dan agar ras ini dipisahkan dengan ras Siamese.
Baca juga : Tips Melabatkan Bulu Kucing dan Membuat Bulu Kucing tidak Rontok
Pada pertengahan tahun 1950-an, ada dua orang peternak kucing bernama Marison Dorsey dari Rai-Mar Cattery di California dan Helen Smith dari MerryNews Cattery di New York, yang bertekad untuk mengembang biakan ras ini. Kemudian, Helen menamai ras ini dengan nama "Balinese", karena keanggunan ras kucing ini seperti gemulainya penari Bali. Balinese kemudian mulai populer dan banyak peternak kucing yang mencoba untuk menyempurnakan karakteristik dari ras Balinese.

Jenis Kucing Balinese
Balinese terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Balinese tradisional dan Balinese modern.

Seperti Siamese tradisional, Balinese tradisional memiliki badan yang lebih berat dan kuat. Balinese tradisional memiliki bulu yang panjangnya sedang dengan ukuran sekitar 5 cm, yang berada di seluruh tubuhnya. Sedangkan, Balinese modern memiliki bulu yang ukurannya pendek di kepalanya serta di badannya, dengan bulu panjangnya yang hanya terdapat di ekornya saja.

Sumber : Wikipedia
Read more

Friday, February 10, 2017

Mengetahui Jenis Kucing American Ringtail, Mirip Kucing Kampung Namun Berekor Melingkar

Tentang Kucing American Ringtail - Kucing American Ringtail adalah salah satu ras kucing yang memiliki ciri khasnya pada ekornya. Ekor pada American Ringtail melengkung dan berbentuk lingkaran seperti cincin, sesuai dengan namanya. Ekornya ini tidak cacat, melainkan alami. Kucing ini adalah kucing generasi baru.
Mengetahui Jenis Kucing American Ringtail, Mirip Kucing Kampung Namun Berekor Melingkar
Kucing American Ringtail
Sumber gambar : Wikipedia

Sejarah Kucing American Ringtail
American Ringtail adalah ras kucing yang berasal dari seekor anak kucing jantan bernama Solomon. Solomon adalah kucing yang ditemukan oleh Sue Manley pada tahun 1998. Solomon memiliki keunikan pada ekornya, yaitu ekornya meringkuk di punggungnya. Pada tahun 1999, Manley memulai program pembiakan untuk menghasilkan ras kucing berekor melengkung.
Baca juga : Tips Memisahkan Kucing yang Berkelahi
Pada tahun 2005, beberapa peternak kucing yang bekerja sama dengan Manley untuk menghasilkan kucing ini, melakukan persilangan antara ras ini dengan ras kucing domestik berbulu pendek dan beberapa keturunan murninya. Pada tahun 2005, The International Cat Association (TICA) memberikan status pada ras ini dengan status "hanya pendaftaran".

Karakteristik Kucing American Ringtail
American Ringtail adalah kucing berbadan besar dengan bulu yang panjangnya sedang dan ada yang pendek juga. Berat badan jantan dapat mencapai sekitar 3-7 kg, sedangkan betina dapat mencapai lebih dari 5 kg. Ekornya meringkuk di punggungnya. Kucing ini adalah kucing berpenampilan anggun dan atletis. Kucing ini hadir dalam berbagai macam pola dan warna bulu.

Temperamen Kucing American Ringtail
American Ringtail adalah kucing yang ramah dan mencintai orang-orang. Kucing ini adalah kucing yang penakut dan tidak agresif. American Ringtail juga adalah kucing yang aktif, suka bermain di luar rumah, dan senang memanjat pohon. Kucing ini merupakan kucing yang selalu ingin tahu tentang orang asing atau tamu yang datang ke rumah pemiliknya, namun kucing ini akan merasa tidak aman pada orang asing. Kucing ini sangat suka dibelai oleh pemiliknya, sehingga ia akan mendengkur.
Baca juga : Penyebab Kucing Terlalu Gemuk
American Ringtail adalah kucing yang suka berkomunikasi dengan suara yang khusus dengan pemiliknya. Kucing ini cenderung akan membuat sebuah ikatan dengan hanya satu anggota keluarga saja, anggota keluarga yang penuh kasih sayang terhadapnya. Tetapi, kucing ini juga akan mudah bermain dan berinteraksi dengan semua anggota keluarga dan hewan peliharaan lainnya yang ada di rumah.

Kucing ini adalah kucing yang jinak. American Ringtail sangat suka memanjat pohon, menangkap dan mengejar lalat, serta berburu burung dan tikus. Kucing ini juga sangat suka air, dan kucing ini juga sering mencari sumber air yang mengalir untuk bermain dengan air. Kucing ini sangat suka dengan tanaman, bau permen, dan suka memakan catnip atau rumput.

Sumber : Wikipedia
Read more

Friday, January 27, 2017

Hal yang Menyebabkan Induk Kucing Tidak Menyusui Anaknya

Penyebab Induk Kucing Tidak Menyusui Anaknya - Ketika kalian memelihara kucing dan kucing kalian melahirkan anak kucing maka kucing kalian sudah menjadi induk kucing. Kewajiban induk kucing tentu saja merawat anak kucingnya, namun ada juga induk kucing yang tidak mau merawat anak mereka atau tidak mau menyusui anak kucingnya.
Hal yang Menyebabkan Induk Kucing Tidak Menyusui Anaknya
Anak Kucing Menyusu
Sumber gambar : youtube.com
Induk kucing berhenti menyusui anak-anaknya selain karena sudah masanya disapih ada juga beberapa alasan lain. Padahal anak kucing setidaknya membutuhkan 10 kali menyusu kepada induknya dalam sehari.
Baca juga : Hal yang Menyebabkan Kucing Tidak Mau Makan dan Cara Mengatasinya
Nah, dalam hal inilah, pemilik kucing seharusnya berperan penting dalam merawat si anak kucing. Dan berikut ini beberapa faktor yang mungkin menjadi sebab mengapa induk kucing berhenti menyusui anaknya.


Penyebab Induk Kucing tidak Menyusui Anaknya
  • Induk Kucing Sakit
Mastitis merupakan sejenis infeksi yang dapat menghentikan produksi susu si induk kucing sehingga si induk tak lagi mampu menyusui anak-anaknya. Bisa juga bekas luka caesar yang dilakukan saat si induk kucing melahirkan belum pulih, sehingga aliran susunya terhambat.

  • Anak Kucing Sakit
Selain faktor kesehatan yang dialami oleh sang induk, kasus anak kucing yang tidak menyusu lagi bisa terjadi karena si anak kucing terinfeksi viral atau bakteri yang membuat insting menyusunya tidak normal.

  • Masalah Penglihatan Anak Kucing
Seperti yang kita tahu, anak kucing yang baru lahir matanya masih tertutup. Mereka dapat menemukan lokasi puting induknya dengan cara mengendus dan meraba. So, jika hidung si anak kucing ada masalah (tertutup kotoran, misalnya) maka dia tidak akan mampu menemukan puting susu induknya.

  • Anaknya Terlalu Banyak
Induk kucing yang melahirkan anak yang terlalu banyak, maka anak kucing yang berbadan paling besar dan paling kuat akan memonopoli susu induknya. Anak kucing yang badannya lemah tidak akan mendapatkan bagian, dan akhirnya mati kelaparan.

  • Adanya Masalah Genetik Pada Anak Kucing
Kasus ini sering terjadi pada kucing-kucing jalanan, ketika si induk merasa anaknya mengalami kelainan genetik atau masalah kesehatan yang cukup parah dan harapan hidupnya sangat kecil, maka si induk kucing tidak akan menyusui anaknya tersebut, dan membiarkannya mati kelaparan.


Itulah beberapa hal yang menyebabkan induk kucing tidak menyusui anak kucing, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk para pecinta kucing semuanya.
Read more

Thursday, January 19, 2017

Penyebab Kucing Terlalu Gemuk

Penyebab Kucing Kegemukan - Ketika memelihara kucing lalu melihat kucing kalian terlalu gemuk atau kucing kalian kegemukan mungkin kalian aka merasa cemas dan bertanya tanya, apa sih yang membuat kucing saya terlalu gemuk. Memiliki kucing yang gemuk mungkin idaman bagi semua pemilik kucing namun jika kucing terlalu gemuk maka tentu saja hal tersebut tidak baik untuk kucing.
Penyebab Kucing Terlalu Gemuk
Kucing Terlalu Gemuk Sumber gambar : youtube.com
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kegemukan pada kucing? Kucing gemuk bisa disebabkan oleh beberapa hal dan mungkin itu juga merupakan ulah dari pemilik kucing itu sendiri, namun pemilik kucing tidak menyadarinya.
Baca juga : Informasi Penyakit Cacingan Pada Kucing
Jika kalian ingin tahu mengenai beberapa hal yang menyebabkan kucing menjadi terlalu gemuk maka pada artikel ini akan dijelaskan beberapa hal yang dapat menyebabkan kucing mengalami kegemukan, silahkan simak dibawah ini.

Hal yang Menyebabkan Kucing Kegemukan

1. Makan Terus Menerus
Kucing memang memiliki porsi makan yang sedikit dalam sekali makan. Namun mereka yang cenderung bosan terkadang melampiaskan kebosanan mereka dengan makan. Apalagi jika di mangkuk makananya selalu ada makanan.
So, sebaiknya kalian tidak membiarkan mangkuk makan si kucing selalu terisi. Cukup beri makan 3x sehari saja agar kucing tidak makan secara berlebihan.

2. Dry Food
Beberapa jenis dry food memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi. Memang sih, tubuh kucing tidak bisa memproduksi lemak sendiri, tetapi kandungan lemak yang berlebihan dalam makanannya juga tidak baik bagi tubuh si kucing.
So, saat membelikan dry food untuk si kucing, perhatikan komposisinya. Carilah yang kandungan proteinnya lumayan besar. Biasanya harganya juga akan lebih mahal karena protein lah yang paling mahal harganya. Selain itu, kalian juga bisa memberikan si kucing wet food sebagai selingan.

3. Kebiri
Ternyata pengebirian terhadap kucing jantan selain berdampak pada menurunnya agresifitas, berdampak juga terhadap menurunnya metabolisme tubuh si kucing. Sehingga lemak dalam tubuh si kucing akan menjadi lebih lambat terbakar.
So, kalian bisa berkonsultasi kepada dokter hewan mengenai diet yang tepat terhadap kucing. Atau yang paling simple ya ikuti saran pada kasus nomer 1 dan 2, serta ditambah sering diajak bermain-main.

4. Makanan yang Tepat
Maksudnya adalah jika kucing kalian masih kitty, berikan makanan untuk anak kucing. Jika kucing kalian sudah dewasa, berikan makanan kucing dewasa. Seperti yang kita tahu, komposisi makanan anakan kucing lebih banyak mengandung gizi untuk membantu pertumbuhan si anak kucing. So jika dimakan oleh kucing dewasa yang sudah tidak tumbuh lagi, dapat menimbulkan kegemukan.
Meskipun demikian, beberapa orang justru menyarankan agar induk kucing yang sedang hamil dan menyusui, diberi makanan anak kucing, karena si induk butuh asupan gizi ekstra yang tidak didapat dari makanan kucing dewasa.

5. Kurang Olahraga
Sama halnya dengan manusia, kucing pun akan mengalami kegemukan jika tidak cukup berolahraga. Apalagi jika porsi makannya berlebihan. So, sering-seringlah mengajak kucing bermain-main, atau berikan mereka sesuatu yang dapat mereka mainkan.

Itulah beberapa hal yang mungkin menyebabkan kucing terlalu gemuk atau kucing kegemukan, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat untuk para pecinta kucing semuanya.
Read more

Sunday, December 4, 2016

Informasi Mengenai Penyakit Cacingan Pada Kucing

Penyakit Cacingan Kucing - Bagi kalian penggemar kucing, tentusaja kalian ingin kucing peliharaan sehat dan berbulu cantik. Namun, jika kucing-kucing kalian kurus dan berbulu kusam maka tentunya kucing kalian menjadi tidak lucu lagi. Lalu kira-kira apa yang terjadi pada kucing kalian? Mungkinkah kucing kalian terkena penyakit cacingan? Untuk itu, kalian perlu tahu lebih dalam mengenai penyakit cacingan pada kucing.
Informasi Mengenai Penyakit Cacingan Pada Kucing
Penyakit Cacingan Kucing
Sumber gambar : ep.yimg.com

Penyakit cacingan disebabkan oleh cacing. Cacing merupakan endoparasit (parasit yang hidup dalam tubuh) yang sering menyerang kucing. Sebagian besar kucing yang terinfeksi terkadang tidak memperlihatkan gejala yang jelas. Untuk itu, baiknya anda selalu memperhatikan kondisi kucing anda setiap saat.

Tanda Umum Kucing Cacingan
  • Kucing banyak makan tetapi tetap kurus atau perut buncit
  • Kotoran berwarna putih. Kemungkinan adanya cacing berbentuk seperti lidi atau pita tipis berwarna putih pada kotoran atau muntah kucing.
  • Kucing Selalu Haus. Jika kucing selalu haus dan banyak minum tapi tidak mau makan

Apa Bahaya Kucing Cacingan?
Cacing dapat menyebabkan gangguan pencernaan, anemia, kekurangan gizi atau komplikasi lainnya. Anak kucing yang baru lahir dapat tertular cacing dari induknya. Anak kucing yang terserang cacingan dapat mengalami diare berkepanjangan, terhambat pertumbuhannya bahkan dapat menyebabkan kematian karena dehidrasi (kurang cairan) dan gizi. Sebagian besar cacing menular melalui telur yang biasanya terdapat pada kotoran kucing. Beberapa jenis cacing dapat menular melalui pinjal (kutu kucing) atau tikus.
Baca juga : Perawatan yang Tepat Pada Kucing Persia Medium
Cacing tersebut sangat merugikan kucing karena cacing selalu menghisap sari-sari makanan yang terdapat di usus, menggigit dinding usus dan menghisap darah yang terdapat di usus. Luka-luka akibat gigitan cacing dapat menyebabkan infeksi pada dinding usus. Beberapa jenis cacing hidup dan berkembang di pembuluh darah sehingga dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan gangguan pada jantung, otak, hati atau organ lain.

Bagaimana Cara Membasmi Cacing pada Kucing?
Agar bisa membasmi cacing perlu terlebih dahulu memahami cara kerja obat cacing. Sebagian besar obat cacing hanya dapat membasmi cacing dengan jalan merusak sistem syaraf cacing. Obat cacing tidak membasmi telur cacing. Oleh karena itu, pemberian obat cacing perlu diulang dalam jangka waktu tertentu agar cacing yang baru menetas dari telur dapat segera dibasmi sebelum menjadi dewasa dan menghasilkan telur cacing baru.

Jenis Obat Cacing Dan Targetnya
Obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole dan febantel hanya dapat merusak sistem syaraf cacing gelang. Obat-obat ini tidak berpengaruh terhadap cacing pita. Obat lain yang sering digunakan untuk membasmi kutu (pinjal) dan tungau (scabies, demodex, dll) adalah suntikan ivermectin. Obat ini sering salah kaprah disebut "suntik jamur". ivermectin juga dapat digunakan untuk membasmi cacing gelang, tetapi tidak berpengaru terhadap cacing pita . Sedangkan cacing pita pada kucing hanya dapat dibasmi dengan obat yang mengandung prazyquantel atau dichlorphen.

Obat Cacing Yang Terdapat Di Pasaran
  • Combantrin : mengandung bahan pyrantel, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik
  • Vermox : mengandung bahan mebendazole, hanya dapat membasmi cacing gelang, dapat dibeli di apotik.
  • Drontal Cat : mengandung bahan pyrantel dan prazyquantel, Paling baik digunakan pada kucing, Dapat membasmi cacing pita dan cacing gelang, Bisa dibeli di petshop atau dokter hewan.
  • Drontal Plus : mengandung bahan prazyquantel, pyrantel dan febantel. Biasa digunakan pada anjing, bisa juga diberikan pada kucing (dosis disesuaikan). Catatan :  jangan diberikan pada kucing yang sedang bunting. Febantel dapat menyebabkan cacat pada janin kucing.

Secara umum, tidak dianjurkan memberikan obat cacing pada kucing yang sedang bunting. Berikan obat cacing sebelum bunting/kawin atau sesudah melahirkan. Konsultasikan mengenai pemberian obat cacing ini dengan dokter hewan langganan kalian. Minimal baca aturan pakainya seperti yang tertera dalam kemasan obat.

Hindari sebisa mungkin memberikan obat cacing pada kucing bunting ( hamil). Pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan sebekum kucing kawin atau setelah melahirkan.

Pencegahan
  • Berikan obat cacing antara 2-4 kali setahun, setiap pemberian obat sebaiknya diulang dua minggu kemudian atau perhatikan aturan cara pake obat dikemasan.
  • Frekuensi pemberian tergantung kondisi kucing dan lingkungan. Kucing yang biasa bermain di kebun atau outdoor sebaiknya lebih sering diberi obat cacing.
  • Selalu menjaga kebersihanlitter box (pasir kucing), ganti dengan yang bersih. Usahakan satu kucing satu kotak litter box.

Demikian mengenai informasi penyakit cacingan kucing, semoga bisa bermanfaat untuk cat lovers semuanya.
Read more

Monday, October 24, 2016

Semua Tentang Kucing

Kucing disebut juga kucing domestik atau kucing rumah (nama ilmiah : Felis silvestris catus atau Felis catus) adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singa dan harimau.
Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.
Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Nenek Moyang Kucing Domestik
Kucing liar Afrika, Felis silvestris lybica, adalah nenek moyang kucing domestik
Sumber Gambar : African Wild Cat, photographed by Sonelle, at the Johannesburg Zoo, South Africa

Taksonomi dan evolusi
Felidae adalah familia mamalia yang berevolusi dengan cepat yang berbagi nenek moyang yang sama hanya 10–15 juta tahun yang lalu dan mencakup singa, harimau, cougar dan banyak lainnya. Dalam familia ini, kucing domestik (Felis catus) merupakan bagian dari genus Felis, yang merupakan kelompok kucing kecil yang berisi sekitar tujuh spesies (tergantung pada skema klasifikasi). Anggota dari genus ini ditemukan di seluruh dunia dan termasuk kucing hutan (Felis chaus) dari tenggara Asia, kucing liar Eropa (F. silvestris silvestris), kucing liar Afrika (F. s. lybica), kucing gunung Cina (F. bieti), dan kucing pasir Arab (F. margarita), antara lain. Kucing domestik pertama kali diklasifikasikan sebagai Felis catus oleh Carolus Linnaeus dalam edisi ke-10 Systema Naturae-nya yang diterbitkan pada tahun 1758. Karena filogenetika modern, kucing domestik biasanya dianggap sebagai upaspesies lain dari kucing liar, F. silvestris. Hal ini mengakibatkan penggunaan campuran dari istilah, karena kucing domestik dapat disebut dengan nama upaspesiesnya, Felis silvestris catus. Kucing liar juga telah disebut sebagai berbagai upaspesies F. catus, tetapi pada tahun 2003, International Commission on Zoological Nomenclature menetapkan nama untuk kucing liar sebagai F. silvestris. Nama yang paling umum digunakan untuk kucing domestik tetap F. catus, mengikuti konvensi untuk hewan peliharaan menggunakan sinonim pertama (senior) yang diusulkan. Kadang-kadang, kucing domestik disebut sebagai Felis domesticus atau Felis domestica, seperti yang diusulkan oleh naturalis Jerman J. C. P. Erxleben pada tahun 1777 tetapi ini bukan nama-nama taksonomi valid dan jarang digunakan dalam literatur ilmiah, karena binomial Linnaeus diutamakan. Sebuah populasi kucing liar hitam Transkaukasia pernah diklasifikasikan sebagai Felis daemon (Satunin 1904) tapi sekarang populasi ini dianggap menjadi bagian dari kucing domestik. Semua kucing dalam genus ini berbagi nenek moyang yang sama yang mungkin hidup sekitar 6–7 juta tahun yang lalu di Asia. Hubungan yang tepat dalam Felidae dekat tetapi masih belum pasti, misalnya kucing gunung Cina kadang-kadang diklasifikasikan (dengan nama Felis silvestris bieti) sebagai upaspesies kucing liar, seperti varietas Afrika Utara F. s. lybica. Dibandingkan dengan anjing, kucing tidak mengalami perubahan besar selama proses domestikasi, karena bentuk dan perilaku kucing domestik tidak secara radikal berbeda dari kucing liar dan kucing domestik sangat mampu bertahan di alam liar. Kucing rumah yang sepenuhnya dijinakkan sering kawin silang dengan populasi F. catus liar. Evolusi terbatas selama domestikasi ini berarti bahwa hibridisasi dapat terjadi dengan banyak Felidae lainnya, terutama kucing leopard Asia. Beberapa perilaku alami dan karakteristik kucing liar mungkin telah memengaruhi mereka untuk didomestikasi sebagai hewan peliharaan. Karakter ini termasuk ukuran kecil, sifat sosial, bahasa tubuh yang jelas, suka bermain dan kecerdasan relatif tinggi.:12–17 Beberapa spesies Felidae kecil mungkin memiliki kecenderungan bawaan terhadap kejinakan. Kucing memiliki baik hubungan mutualistik atau komensal dengan manusia. Dua teori utama diberikan tentang bagaimana kucing didomestikasi. Dalam satu teori, orang sengaja menjinakkan kucing dalam proses seleksi buatan karena mereka adalah predator dari hama. Ini telah dikritik sebagai tidak masuk akal, karena hadiah untuk usaha seperti itu mungkin terlalu sedikit; kucing umumnya tidak melaksanakan perintah dan meskipun mereka makan hewan pengerat, spesies lain seperti ferret atau terrier mungkin lebih baik dalam mengendalikan hama-hama ini. Ide alternatif adalah bahwa kucing hanya ditoleransi oleh orang-orang dan secara bertahap menyimpang dari kerabat liar mereka melalui seleksi alam, karena mereka menyesuaikan dengan berburu hama yang ditemukan di sekitar manusia di kota-kota dan desa-desa.


Karakteristik
Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies, kucing besar biasanya kurang dari 100. Tetapi karena ukurannya yang kecil, kucing tidak begitu berbahaya bagi manusia. Satu-satunya bahaya yang dapat timbul adalah kemungkinan terjadinya infeksi rabies akibat gigitan kucing dan juga cakaran dari kuku kucing yang sangat perih dan menyakitkan. Kucing dapat berakibat fatal bagi suatu ekosistem yang bukan tempat tinggal alaminya. Pada beberapa kasus, kucing berperan atau menyebabkan kepunahan. Kucing menyergap dan melumpuhkan mangsa dengan cara yang mirip dengan singa dan harimau, menggigit leher mangsa dengan gigi taring yang tajam sehingga melukai saraf tulang belakang atau menyebabkan mangsa kehabisan napas dengan merusak tenggorokan.

Karakteristik Kucing
Kucing kampung memangsa seekor tikus rumah (Rattus rattus diardii)
Sumber gambar : Wikipedia

Kucing dianggap sebagai "karnivora yang sempurna" dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. Meskipun ciri ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing, tapi ciri ini berkembang lebih baik pada kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing hampir tidak makan apapun yang mengandung tumbuhan. Beruang dan anjing kadang memakan buah, akar, atau madu sebagai suplemen jika ada, sementara kucing hanya memakan daging, biasanya buruan segar. Dalam penangkaran, kucing tidak dapat diadaptasikan dengan makanan vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi makan produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan makanan vegetarian secara total.
Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri, kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri (jantan yang aktif secara seksual memiliki daerah terbesar, sedang jantan steril memiliki daerah paling kecil) dan selalu terdapat daerah "netral" di mana para kucing dapat saling mengawasi atau bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral ini, penguasa daerah biasa akan mengejar kucing asing, diawali dengan menatap, mendesis, hingga menggeram, dan bila kucing asing itu tetap tinggal, biasanya akan terjadi perkelahian singkat.
Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar. Serangan biasanya terdiri dari tamparan di bagian wajah dan tubuh dengan kaki depan yang kadang disertai gigitan. Luka serius pada kucing akibat perkelahian jarang terjadi karena pihak yang kalah biasanya akan lari setelah mengalami beberapa luka di wajah. Jantan yang aktif biasanya sering terlibat banyak perkelahian sepanjang hidupnya. Hal ini tampak pada berbagai luka di bagian wajah, seperti hidung atau telinga. Kucing betina kadang juga terlibat perkelahian untuk melindungi anak-anaknya bahkan kucing steril pun akan mempertahankan daerah kecilnya dengan gigih.
Melihat dari perilaku kucing yang ada saat ini, kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing peliharaan diperkiraan berevolusi pada iklim gurun. Kucing senang dengan suasana hangat dan sering tidur di bawah hangatnya sinar matahari. Kotorannya biasanya kering dan kucing lebih suka menguburnya di tempat berpasir. Kucing dapat mematung, tidak bergerak cukup lama terutama ketika sedang mengintai mangsa atau bersiap untuk menerkam. Di Afrika Utara masih ditemukan kucing liar yang mungkin berkerabat dekat dengan nenek moyang kucing peliharaan saat ini.
Karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan binatang gurun, ketahanan kucing terhadap panas dan dinginnya iklim daerah subtropis agak terbatas. Kucing tidak tahan terhadap kabut, hujan, dan salju, meskipun ada beberapa jenis seperti Norwegian Forest Cat dan Maine Coon yang mampu bertahan; dan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya, yaitu 39°C, dalam keadaan basah. Kebanyakan kucing tidak suka berendam dalam air, kecuali jenis Turkish Van.
Masa kehamilan atau gestasi pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda.

Karakteristik Kucing
Empat ekor anak kucing sedang disusui induknya
Sumber gambar : Wikipedia
Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kilogram dan jarang melebihi 10 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat badan 23 kg. Tapi kondisi ini amat tidak sehat bagi kucing dan harus dihindari. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 38 tahun 3 hari yang bernama Creme Puff. Kucing peliharaan yang tidak diperbolehkan keluar rumah dan disterilkan dapat hidup lebih lama (mengurangi risiko perkelahian dan kecelakaan). Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
Kucing peliharaan yang tinggal di dalam rumah harus diberi kotak kotoran yang berisi pasir atau bahan khusus yang dijual di toko hewan peliharaan. Perlu juga disediakan tempat khusus bagi kucing untuk mencakar. Hal ini penting karena kucing memerlukan kegiatan mencakar ini untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya. Tidak adanya tempat khusus ini akan menyebabkan kucing banyak merusak perabotan.
Sering kali kucing menunjukkan perilaku memilih makanan. Hal ini dikarenakan mereka memiliki organ penciuman khusus di langit-langit mulutnya yang disebut sebagai organ vomeronasal atau organ Jacobson. Ketika organ ini terstimulasi oleh suatu jenis makanan tertentu, kucing akan menolak makanan selain makanan itu.
Mata kucing. Perhatikan membrana nictitans berupa selaput putih di sudut dalam ruang mata.
Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki Selaput pelangi atau iris membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Meskipun demikian, penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya. Organ inilah yang menyebabkan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti kebanyakan predator, kedua mata kucing menghadap ke depan, menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang. Mata kucing memiliki persepsi trikomatik yang lemah.

Karakteristik Kucing
Mata kucing. Perhatikan membrana nictitans berupa selaput putih di sudut dalam ruang mata
Sumber gambar : Wikipedia
Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat. Kumis ini juga dapat digunakan oleh kucing untuk menentukan apakah badannya dapat melewati ruangan yang sempit (seperti pipa), karena jarak antara kedua ujung kumis kucing hampir sama dengan lebar tubuhnya
Kucing memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membrana niktitans. Kelopak ketiga ini terdiri dari suatu lapisan tipis yang dapat menutupi mata dan tampak ketika mata kucing terbuka. Membran ini menutup sebagian ketika kucing sedang sakit. Kadang kucing yang amat mengantuk atau gembira juga memperlihatkan membran ini.
Suara kucing sering ditulis "meong" dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing ditulis "meow". Di negara Inggris sendiri, penulisannya adalah "miaow", "miaow" dalam bahasa Perancis, "miau" dalam bahasa Jerman, "nya" dalam bahasa Jepang dan berbagai penulisan lain dalam berbagai bahasa. Suara "meong" kucing memiliki berbagai arti tergantung pengucapannya oleh si kucing. Kucing juga dapat mengeluarkan suara seperti dengkuran panjang yang sering disukai manusia. Karena suara ini bukan merupakan suara vokal, maka kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran dan mengeong pada saat yang sama.
Umumnya semua daun telinga kucing tegak. Tidak seperti pada anjing, kucing dengan telinga terlipat amat jarang ditemukan. Jenis Scottish Fold adalah salah satu jenis kucing dengan mutasi genetik yang langka ini. Ketika marah atau takut, daun telinga kucing jenis ini akan tertekuk ke belakang sementara si kucing mengeluarkan suara menggeram atau mendesis. Ketika mendengarkan suatu suara, daun telinga kucing akan bergerak ke arah sumber suara; daun telinga kucing dapat mengarah ke depan, ke samping, bahkan seolah menoleh ke belakang.
Kucing termasuk hewan yang bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat, tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadang kala kucing memuntahkan hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perut mereka.
Kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam. Tetapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari.


Perilaku Kucing
  • Mendengkur
Kucing mendengkur ketika dia akan senang dan bahagia. Kucing merupakan satu-satunya hewan yang dapat mengeluarkan suara dengkuran. Dengkuran biasanya merupakan tanda kepuasan hati pada kucing, namun ada beberapa penyebab lain jika kucing mendengkur. Penyebab lain kucing mendengkur ketika dia akan mati dan sakit, agar dapat membuatnya menjadi nyaman dan mengurangi stres. Selain itu, kucing akan mendengkur ketika akan melahirkan dan anaknya akan mendengkur ketika sedang menyusui.
Perilaku Kucing
Kucing yang sedang dibelai. Hal ini dapat membuat kucing mengeluarkan suara dengkurannya yang khas
Sumber gambar : Wikipedia
Gelombang Hertz pada dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150. Pada batas lebih rendah, dengkuran kucing memiliki kecepatan getaran yang sama dengan mesin diesel yang sedang menyala. Dengkuran kucing juga dipercayai dapat mengurangi rasa stres dan mengurangi depresi. Selain kucing, spesies lain dalam keluarga kucing yang juga dapat mendengkur adalah kucing hutan, cheetah, lynx dan puma. Namun, pada harimau, singa dan macan tidak dapat mendengkur, karena menurut para ahli kucing-kucing besar yang dapat mengeluarkan suara auman tidak memiliki kemampuan untuk mendengkur.

  • Memijat
Memijat adalah salah satu kegiatan yang juga dilakukan oleh kucing. Kucing memijat dengan cara menekankan telapak tangannya secara bergantian (kanan dan kiri), dan ada juga yang memijat dengan menarik (mengeluarkan) cakarnya. Kucing biasanya memijat manusia atau kucing lain dengan disertai suara dengkuran.

Perilaku Kucing
Kucing yang sedang memijat temannya (kucing lain)
Sumber gambar : Wikipedia
Ketika anak kucing sedang menyusui, mereka pasti akan memijat-mijat perut induknya. Hal ini dilakukan untuk melancarkan aliran air susu melalui puting-puting induknya. Jika kucing memijat pemiliknya, hal tersebut telah menandakan bahwa mereka merasa aman dan nyaman. Selain itu, dia juga telah mengklaim orang yang dipijatnya sebagai pemiliknya.

  • Refleks Meluruskan
Refleks meluruskan adalah kemampuan yang dimiliki oleh kucing untuk mengarahkan tubuhnya ketika jatuh dengan benar. Kemampuan ini akan dimilikioleh kucing ketika berumur 3-4 minggu, dan akan sempurna ketika berumur 7 minggu. Kemampuan ini dapat dilakukan oleh kucing karena kucing memiliki tulang punggung yang sangat fleksibel dan memiliki tulang selangka yang fungsional.


Ras Kucing
Jumlah ras kucing di seluruh dunia sangat banyak. Setiap ras kucing memiliki ciri khusus, tetapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.

Ada banyak macam ras kucing, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Manx
Ras Kucing
Ras Kucing Manx
Sumber gambar : Wikipedia
Manx adalah kucing yang berasal dari Pulau Manx. Sebagian orang menyebut kucing ini dengan sebutan Rumpy. Manx memiliki ekor yang pendek dan warna bulu terdiri dari cokelat dan lavender. Sifat dari kucing ini adalah setia, ramah dan pintar.


  • Maine Coon
Ras Kucing
Ras Kucing Maine Coon
Sumber gambar : Wikipedia
Maine Coon adalah ras kucing yang berasal dari Maine, Amerika Serikat. Kucing ini merupakan keturunan dari ras kucing Anggora dan American Shorthair. Sifat kucing ini adalah lucu, pemalu, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan terdapat beragam warna.


  • British Shorthair
Ras Kucing
Ras Kucing British Shorthair
Sumber gambar : Wikipedia
Kucing ini dikembangkan di Inggris. Kucing ini adalah kucing yang tenang, lembut, dan pintar. Warna bulu ras kucing ini diantaranya adalah polos (putih, hitam, biru, merah dan krem), dua warna, hitam pekat, dan belang.


  • Burmese
Ras Kucing
Ras Kucing Burmesse
Sumber gambar : Wikipedia
Burmese adalah ras kucing yang dibiakan oleh Dr. Joseph Thompson di Amerika Serikat pada tahun sekitar 1930-an. Warna bulu pada ras kucing ini adalah cokelat musang, biru (abu-abu), champagne, lifa, merah, cokelat, dan tortoiseshell. Sifatnya kucing ini adalah periang dan lucu.


  • Chinchilla Longhair
Ras Kucing
Ras Kucing Chinchilla Longhair
Sumber gambar : Wikipedia
Chinchilla Longhair adalah kucing yang berasal dari Inggris. Ras kucing ini adalah kucing yang anggun. Ras ini dibagi dalam dua macam, yaitu Chinchilla warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).



Macam Warna Kucing
Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasarkan penampakan fisiknya .
  • bulu pendek
  • bulu panjang
  • oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)
Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:
  • Telon atau calico
Macam Warna Kucing
Kucing dengan warna calico
Sumber gambar : Wikipedia
Telon adalah warna yang dasarnya putih dengan bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke, karena gen pengendali warna bulu terletak pada kromosom kelamin (bertaut kelamin). Kucing telon yang beraneka warna ini umumnya adalah kucing betina.

  • Tortoiseshell
Macam Warna Kucing
Kucing berbulu panjang dengan warna tortoiseshell
Sumber gambar : Wikipedia
Tortoiseshell atau disingkat tortie adalah warna hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai calimanco atau clouded tiger.

  • Tabby
Macam Warna Kucing
Kucing domestik berpola tabi jenis makarel
Sumber gambar : Wikipedia
Tabby adalah warna bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis makarel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, sehingga membuat kucing ini terlihat seperti ikan makarel.

  • Maltese
Macam Warna Kucing
Russian Blue adalah salah satu ras kucing yang memiliki warna bulu Malta (biru = abu-abu)
Sumber gambar : Wikipedia
Maltese adalah nama lama dari kucing berwarna biru (abu-abu).

  • Bicolor (dua warna)
Macam Warna Kucing
Kucing milik Chelsea Clinton, Socks (1989-2009), tinggal di Gedung Putih pada tahun 1993-2001. Socks adalah kucing dua warna kelas rendah, atau disebut dengan kucing tuksedo
Sumber gambar : Wikipedia
Bicolor disebut juga tuxedo cat atau jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.


Domestikasi
Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi (penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan kucing liar berkeliaran di permukiman. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan perhatian.


Kucing dan Manusia
Kucing merupakan hewan peliharaan yang umum di Eropa dan Amerika Utara, dan bahkan populasi kucing di seluruh dunia melebihi 500 juta ekor.

Kucing Bernain
Kucing Eropa yang sedang bermain
Sumber gambar : Wikipedia

Menurut Humane Society dari Amerika Serikat, selain kucing menjadi hewan peliharaan, kucing juga digunakan untuk perdagangan bulu internasional, untuk membuat sebuah mantel, sarung tangan, topi, sepatu, selimut dan boneka mainan. Kucing yang diperlukan untuk membuat sebuah mantel dari bulu kucing ada sekitar 24 ekor kucing. Hal ini sekarang telah dilarang di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa. Namun, beberapa bulu kucing masih dibuat menjadi selimut di negara Swiss sebagai obat tradisional yang dipercaya dapat membantu mengobati rematik.


Sensus Kucing
Menurut International Federation for Animal Health Europe (IFAH), populasi kucing domestik diseluruh dunia terdapat sekitar 220 juta ekor.
Beberapa upaya untuk membangun program sensus kucing telah dibuat selama bertahun-tahun, baik melalui asosiasi atau organisasi nasional dan internasional (seperti Canadian Federation of Humane Societies). Tetapi, tugas seperti itu tampaknya sulit untuk dicapai.


Aspek Budaya
Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah Miacis, binatang liar pada masa Eosen yang sosoknya mirip musang, kira-kira 50 juta tahun silam.
Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makam di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.
Pada tahun 1800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Aspek Budaya Kucing
Sebuah topeng perunggu digunakan dalam pemakaman mumi kucing di Mesir kuno
Sumber gambar : Wikipedia

Pada abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.
Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.
Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.
Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah.
Hukum menjual dan membeli kucing pun dalam syariat Islam adalah haram hukumnya berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah). Dalil hadits Muhammad, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya sang Nabi telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing.[39] Hadits Muhammad itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing. Jadi umat Islam diharamkan untuk memperdagangkan kucing sebagaimana mereka diharamkan memakan daging kucing.


Sumber : Wikipedia
Read more